Dream Book in Aussie

Waktu itu saya masih sangat kecil dan belum tahu apa itu mimpi dan cita-cita karena saya memang tidak terdidik untuk bermimpi.Hanya saja khayalan saya akan sesuatu menjadi-jadi ketika saya membaca sebuah buku. Sebuah buku usang tak bersampul yang saya sendiri tidak begitu yakin dimana saya memperolehnya tiba-tiba menjadi bacaan favoritku. Buku itu bercerita tetang seorang gadis kecil yang harus ikut serta ke Aussie karen orangtuanya bekerja di negeri kanguru itu. Gadis kecil itu bercerita bagaimana ia berada di kabin pesawat memandang ke jendela, menatap tanah air Indonesia ketika pesawat take off meninggalkan bandara Soekarno-Hatta. Saya sebagai anak kecil yang tinggal di desa yang hanya melihat pesawat dari jauh membayangkan diri saya berada dalam kabin pesawat seperti gadis kecil itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Mimpinya itu Fisika

Seorang siswi yang duduk dibangku kelas 1 SMA sedang berdiri di pojok ruang kelas memegangi selembar kertas hasil ulangan keduanya. Wajahya bermuram durja dengan mata berkaca-kaca, sepertinya sebentar lagi hujan air mata akan segera turun. Mengapa? Apa yang terjadi? Kertas yang ada di tangan  siswi itu adalah selembar kertas ujian fisika. Nilai fisikanya “3”, angka terburuk yang pernah diraihnya. Di pandanginya angka 3 dalam kertas itu dan hatinya berkecamuk, marah, tapi kepada siapa dia akan marah. Kecewa dan menyesali diri adalah hal yang sangat menyakitkan dan tidak ada gunanya. Dalam ratapannya itu, ada  tekad kuat muncul tiba-tiba dalam hatinya “fisika, saya akan menaklukkanmu”. Baca lebih lanjut