Pencerminan Karakter

 

… perilaku yang tampak adalah cerminan karakter di dalamnya.

Dalam Fisika terdapat Hukum Pemantulan yaitu sinar datang atau gelombang yang datang sama dengan sinar pantul atau gelombang pantul. Sebagai contoh ketika Anda bercermin pada sebuah cermin datar (karena terdapat beberapa jenis cermin yaitu cermin datar, cekung, dan cembung) maka yang nampak di depan Anda adalah bayangan Anda sendiri tanpa perbedaan apapun. Sama halnya dengan manusia bahwa perilaku yang tampak adalah cerminan karakter di dalamnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Target yang tinggi, salahkah?

Beberapa hari yang lalu saya dan rekan-rekan kerja mengadakan rapat kerja untuk tahun 2014 ini. Bagian pertama membahas mengenai tugas tridarma peguruan tinggi diantaranya keharusan untuk memiliki jurnal nasional internasional, harus mengikuti seminar nasional dan internasional, wajib membuat buku ajar kalau bisa buku referensi. bagian pertama itu memnag menjadi keharusan bagi kami yang berkecimpung di dunia akademik. Yang membuat kepala saya cukup sakit adalah ketika menentukan target untuk mahasiswa  dapat memenangkan kompetensi.

Hal yang saya sayangkan adalah para peserta rapat membubuhkan angka nol pada kolom mahasiswa memenangi kompetensi. Mengapa tidak kepercayaan pada mahasiswa kita sendiri? Meengapa kita tidak mau memasang target tinggi? Saya coba menanyakan hal itu dalam rapat tetapi mereka beralasan bahwa anak-anak itu masih muda dan belu berpengalaman sehingga tidak mungkin bisa bersaing dengan yang lebih senior. What??? Ada lagi alasan yang lain “Anak semester 2 itu lebih baik dari yang semster 4 jadi massih sulit membimbing yang baru semester awala. what?? Mereka hanya butuh bimbingan untuk bisa bersaing dengan mereka yang lebih senior dan lebih berpengalaman.

Saya kemudian menyampaikan hasil rapat itu pada anak-anak. Saya katakan bahwa kemampuan kalian diragukan untuk dapat bersaing dengan yang lain. Mereka kebakaran jenggot dan tergugah untuk membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan.

PhyMotivator

Sitti Rahma Yunus

Air mata itu

Tadi subuh saya baru saja tiba dari kampung halaman menemui ibu saa tersayang. Ini kali kedua saya mudik dalam tahun 2014 ini dengan tujuan yang berbeda. Kali ini memnag Ibu sengaja memanggil saya pulang untuk acara maulid sekaligus syukuran untuk lulusnya saya masuk jadi dosen di UNM. Itu yang sangat didambakan Ibu saya selama ini dan saya berusaha mengabulkannya. Alhamdulillah Allah memberikan Rahmat_Nya kali ini.

Sehari sebelum saya balik ke kampung Ibu menelpon dan waktu itu saya lupa HP saya di kos. Untung ada 2 adik yang sudah pulang dari kerja dan yang satu tinggal di kos karena sakit, mereka menerima telpon tersebut. Pulang kerja saya dapati mereka berdua lagi berbincang dan langsung menyambut saya dengan kalimat “Ibumu menangis”. Saya bingung dan beratanya “kenapa?”. Sambil tertawa keduanya berkata “Karena terharu dengan kelulusanmu setelah melewati banyak perjuangan keras”. selanjutnya adik-adik saya ini menjelaskan bahawa Ibu menangis beberapa kali ketika bercerita tentang saya yang bekerja keras mengelola catering di Surabaya dengan intensitas tidur yang kurang. Saya terharu karena sebenarnya saya sendiri ketika melakoni pekerjaan itu saya tidak pernah terbebani bahkan merasa happy happy saja. Tetapi orang lain yang melihatnya termasuk ibu itu adalah pekerjaan berat. Setiap ibu akan bereaksi sama karena kasih sayang mereka yang terlampau besar. Baca lebih lanjut