UNUD 17 Oktober 2014

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di pulau Dewata, Bali. Tanah yang menjadi impian yang harusĀ  saya wujudkan ketika pulang dari Perth. Kejadian oral presentasi mengenai Indonesia dan ternyata para bule itu lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia membuat saya berjanji untuk mengunjungi Bali sebelum memulai petualangan saya di negara lain nanti. Amin. Ini mimpi terdalam saya menjelajahi dunia yang sangat luas ini.

Kedatangan saya di Bali juga kali ini terkait dengan presentasi. Kali ini bukan presentasi mengenai geografis Indonesia tetapi presentasi di sebuah simposium Fisika untuk sharing ilmu pengetahuan dengan semua fisikawan fisikawati yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Bersama dengan tim, kami berkumpul di universitas Udayana Bali. Ini adalah hasil perjuangan kami mulai dari menyusun laporan, meneliti sampai pada hari bersejarah kali ini.

Kali ini saya banyak bertemu dengan kenalan lama bahkan dosen saya dulu waktu kuliah s2 di UNESA. Jika dulu, saya adalah seorang mahasiswa, maka pertemuan kali ini menjadikan kami menjadi sesama rekan peneliti yang memiliki peran yang sama tanpa ada perbedaan sama sekali. Sama-sama peserta simposium dan pemakalah. Kami sama-sama harus menerima masukan dan kritikan ketika mempresentasikan hasil penelitian kami. UNUD 17 Oktober 2014 kami semua sama, sama-sama Peneliti.

Selesai acara di UNUD, kami dijemput oleh pihak hotel dan siap mengantarkan kami jalan-jalan mengelilingi kota Bali. Kota Bali tidak seluas kota Jakarta dan Surabaya sehingga cukup untuk dikelilingi dalam waktu sehari. Saya dan tim memutuskan untuk menggunakan waktu esok hari untuk memuaskan mata kami menikmati indahnya panorama Bali. Hari ini rupanya menyita tenaga sehingga kami lebih memilih untu bersantai di Hotel meski beberapa anggota lainnya memilih untuk jalan-jalan di alun-alun dekat patung Bisma Murke. Saya memilih untuk tidur lebih awal menunggu esok hari.

Bersambung

Iklan