Cerita di balik buku itu

Rasanya tangan ini tidak mau berhenti untuk menulis dan menulis. Sejak hari bersejarah itu datang. Hari dimana untuk pertama kalinya saya membuka akun project saya pada salah satu penerbit dan di dalamnya terpampang cover buku yang bertuliskan nama saya. Suatu kebanggaan melihat buah kerja keras  saya selama ini dalam menulis. Meski tertatih dengan berbagai macam koreksi dari pak Dhony Firmansyah Guru saya. Terima kasih buat beliau yang di tengah kesibukannya menyempatkan diri membaca draf saya. Lot of thanks Pak Dir Baca lebih lanjut

Iklan

My First PhyMotivation Book

Ini hari yang paling menyenangkan buat saya. Akhirnya setelah niat memiliki buku dengan saya sebagai penulisnya akhirnya terealisasi juga. Sore tadi pihak penerbit mengirimkan contoh cover lengkap dengan harga, jumlah halaman serta kelengkapan buku pada umumnya.

Rasa deg-degan ketika membuka dan melihat untuk pertama kalinya cover dengan dominasi biru dan hitam. Over all exciting tapi mata saya agak terganggu dengan font yang digunakan. Anak tulisan dibawah judul tidak terlalu terbaca. Meski demikian, perasaan puas dengan nama yang terpampang di sampul buku itu pun mengalahkan segalanya. Saya seperti memetik sebuah bintang lagi. Koq lagi? karena Allah telah seringkali memberikan keajaiban dan karunianya. Seperti hadiah short course di Perth, free voucher beli buku di Gramedia, menyelesaikan S2 meski Ayah meninggal, menjadi PNS sekali daftar. Itu semua Rahmat Allah yang tidak terhitung nilainya. Allahu Akbar Baca lebih lanjut

Phymotivator in campus

Tanggal 25 oktober 2014 merupakan hari bersejarah buat saya. Akhirnya setelah dua tahun saya menyatakan diri akan menjadi phymotivator saya akhirnya dapat mewujudkannya. Saya menyusun materi yang saya kupas dari naskah buku phymotivation yang Insya ALLAH desember nanti di publikasikan. Amiin. Dengan materi yang didesain slide menjadikannya komplit. Mimpi yang pelan-pelan menemukan jalannya. Saya di hari itu memberikan materi manajemen kepribadian. Yaitu Bagaimana mengatur kepribadian dengan bercermin pada gejala alam (materi fisika).

Saya menyampaikan bahwa untuk menjadi pribadi yang sukses seseorang harus berprinsip 3B yaitu Berusaha, Bersabar, dan Berkarakter. Jika Anda menginginkan kesuksesan Anda harus berusaha mewujudkan mimpi Anda dengan terus menerus. Seorang Thomas Alpha Edison tidak pernah berhenti berusaha sehingga membuat lampu menyala sampai percobaan ke 9999. Seandainya pada saat percobaan ke 1000 Edison berhenti, maka kita mungkin belum menikmati adanya nyala lampu.

Selain berusaha, seseorang harus tetap bersabar. Mimpi membutuhkan waktu untuk bisa terwujud. Mimpi tidak serta merta terkabul dalam waktu singkat sehingga membutuhkan kesabaran. Bersabarlah menunggu kesuksesan itu datang.

Untuk bisa tetap eksis dalam mencapai sukses Anda harus menjadi orang berkarakter. Yaitu orang-orang yang tetap taat pada ajaran agamanya. Orang yang berkarakter akan disukai orang banyak orang sehingga lebih mudah mencapai sukses.

Saya sangat berharap mahasiswa pendidikan IPA yang hadir saat itu dapat mengukir mimpi. Berani bermimpi dan konsisten dalam mencapai mimpinya. Semoga Phymotivator dapat menjadi pemandu masyarakat kampus. Phymotivator in campus

Sitti Rahma Yunus

Phymotivator

 

Catatan perjalanan Bali 16 Oktober 2014

Bali merupakan destinasi wisata dunia. pariwisata Bali dimulai sejak zaman pemerintahan Pak Soekarno, presiden pertama Indonesia. Menginjakkan kaki di kota Bali merupakan impian saya sejak lama dan baru dapat terwujud di tahun 2014. Awalnya saya mengira Bali tidak ada bedanya dengan objek wisata lainnya di Indonesia. Menarik dan banyak wisatwan domestik yang berkunjung ketika liburan sekolah. Saya tidak pernah menyangka bahwa Bali sangat terkenal di dunia dan bahkan indonesia kalah terkenalnya dengan Bali. Kita warga Indonesia pasti tahu bahwa Bali adalah salah satu Provinsi di wilayah NKRI tetapi ternyata mancanegara menyangka Bali adalah negara sendiri. Saya mengetahui hal ini ketika mendapat kesempatan belajar di Australia. Waktu itu saya diberikan kesempatan memberikan oral presentation dan saya memilih memaparkan kondisi geografis wilayah Indonesia. Ketika saya memaparkan mengenai Indoensia, banyak dari teman-teman dalam kelas tersebut mengerutkan dahi, tanda tidak mengetahui keberadaan Indonesia pastinya. Tetapi ketika saya menyebutkan Bali, mereka langsung berkicau. Bali is favorite destination. Oh no, bagaimana bisa mereka ke Bali tanpa tahu bahwa Indonesia adalah negara tempat Bali bergabung. Bagaimana mereka mengurus visa Indonesia. Itu masih pertanyaan buat saya.

Karena Bali yang lebih terkenal dari pada Indonesia itulah, keinginan saya memuncah untuk mendatangi kota ini. Masa orang asing menikmati keindahan Bali sementara saya sebagai warga negara ini tidak. Iya kan?

Kesempatan itu akhirnya datang. Tanggal 16 Oktober saya dan tim Komunitas Peneliti Fisika UNM berangkat untuk mempresentasikan hasil penelitian kami. Sore hari kami berangkat menggunakan Lion. Menjelang magrib, pesawat mendekati bandara Ngurah rai. Di bawah sana saya lihat jejeran gunung berapa yang terdapat kawah menjulang di atas tumpukan awan  putih yang mulai memerah. Keindahan Bali di senja hari dan di balik awan sungguh memukau. Tidak lama berselang pesawat mulai turun mendekati hamparan lautan dan di tepinya terdapat bandara dengan lampu-lampu yang indah. Kami dijemput dengan bus travel tempat hotel yang akan kami tinggali selama 3 hari. Tidak ada acara malamnya, hanya makan malam di masakan Padang.

Tanggal 17 Oktober 2014, Kami mempersiapkan diri untuk mengikuti simposium.

Besambung ………..

Sitti Rahma Yunus

Kalian kuat

Beberapa bulan ini, interaksi saya dengan beliau cukup intens. Beliau adalah sosok sederhana, sedikit bicara, dan punya senyum yang menawan. Beliau memang telah sakit selama 3 tahun ini. Penyakit yang mengharuskannya cuci darah terus menerus. Butuh biaya besar dan kesabaran tinggi menjalani hidup dengan cuci darah. Beliau adalah orang kuat, itulah mengapa Allah mengujinya degan penyakit mengerikan itu. Baca lebih lanjut

Dunia lain

Akhirnya setelah satu bulan lebih berkelut dengan dunia lain akhirnya say bisa kembali menulis di blog ini. Rasanya tangan ini gatal untuk menuangkan pikiran dan keluh kesah dari luar sana. Lalu dunia lain itu apa? dunia lain bukanlah dunia mistis atau dunia yang berkaitan dengan dunia gaib tetapi dunia baru yang baru saya sentuh.

Satu bulan kemarin saya mengikuti prajabatan. suatu diklat yang harus diikuti oleh para CPNS untuk mengukuhkan jabatannya menjadi PNS. Sebuah pekerjaan yang penuh tanggung jawab sebagai abdi negara. Bagi saya ini adalah dunia lain karena ilmu yang saya pelajari di sana sangat berbeda dengan imu dan pengetahuan saya selama ini. Saya banyak berkelut dengan dunia pendidikan, trainer dan enterpreneur sedangkan disana saya banyak diisi dengan isu isu  kenegaraan dan politik. Ilmu baru pengalaman baru. Baca lebih lanjut

5 A

Hari ini tanggal 13 agustus 2014, UNM merayakan dies natalis setelah 53 tahun berdiri. Ini kali pertama saya mengikuti acara istimewa almamater yang dihadiri tamu undangan istimewa. Gubernur Sulawesi Selatan Pak Syahrul Yasin Limpo juga menyempatkan waktu disela-sela kesibukan beliau sebagai orang nomor satu di provinsi Sul-Sel. Wakil wali kota Makassar juga hadir.Seluruh jajaran petinggi kampus orange juga hadir lengkap dengan baju kebesaran, jubah dan toga.
Terdapat banyak acara yang berkesan di hati dan memuaskan visual saya. Team paduan suara sekaligus penari memberikan suguhan yang memuaskan. Pidato rektor Prof.Dr.Aris Munandar banyak memberikan fakta perkembangan UNM sebagai kapal yang sedang terkembang. Banyak prestasi yang terukir utamanya dalam bidang wirausaha. Para mahasiswa dikirim ke luar negeri untuk belajar mengembangkan usaha sehingga akhirnya menjadi pengusaha muda dengan omset ratusan juta. Ini adalah hal baru buat saya dan menjadi cita-cita saya untuk bisa mengantarkan mahasiswa untuk berani berwirausaha sehingga tidak menggantungkan hidup pada orang tua dan hanya berharap menjadi PNS.
Hal yang paling menarik buat saya hari itu adalah orasi ilmiah Prof.Dr. Hafid Abbas. Beliau adalah ketua KOMNAS HAM Indonesia dan asean yang berkantor di Bangkok. Anak Sulawesi yang menyabet 3 ijazah di UNM dengan 3 rektor yang berbeda. Bahasa dan logatnya sangat terpengaruh oleh bahasa asing, Seperti pak Habibie. Penyampaiannya begitu runut dan semua oranag yang hadir saya yakin paham dan terkesima melihat dan mendengar orasi ilmiah beliau. “Jangan pernah ada seorang anak Indonesia yang tertinggal” adalah judul orasi tersebut. dari judulnya sudah tampat bagaimana kita harus menyamaratakan pendidikan untuk semua anak Indonesia. “No child left behind seperti kata Presiden Amerika Barack Obama. Dalam orasi terssebut, Prof Hafid Abbas menyajikan pertama kali diagnosa penyakit pendidikan di Indonesia sehingga kualitas pendidikan kita berada di bawah rata-rata. Kemudian beliau menawarkan solusi dengan pembenahan 5 aspek pendidikan yang dikenal 5 A yaitu availability, accessibility, acceptability, adaptability, dan assessibility. Semoga ke depan negara ini menjadi negara yang besar yang melindungi hak-hak setipp warga negaranya tanpa terkecuali. Amin

Sitti Rahma Yunus
PhyMotivator